- 3 Alasan Mengapa Rumah Harus Renovasi
- Faktor Estetika
- 3 Waktu Terbaik Melakukan Renovasi Rumah
- Kesimpulan
Selain memakan biaya yang cukup besar, melakukan renovasi pada rumah tinggal juga memakan waktu yang panjang, apalagi jika tidak dilakukan di saat-saat yang tepat, pembengkakan budget pun tidak bisa dihindari.
Maka dari itu banyak sekali klien kami yang bertanya, “Kapan saat yang tepat untuk renovasi rumah?” atau “Apa indikator kita harus melakukan renovasi rumah tinggal?” Nah agar tidak salah dalam mengambil keputusan, yuk simak artikel ini.
3 Alasan Mengapa Rumah Harus Renovasi
Terdapat 3 faktor utama dan yang paling umum dialami oleh pemilik rumah sehingga membutuhkan kegiatan renovasi, yaitu:
Faktor Umur Bangunan
Setiap material yang digunakan pada bangunan memiliki daya tahan yang berbeda-beda, alhasil kerusakan yang diakibatkan oleh waktu pastinya tidak dapat dihindari. Berikut timeline/rentan waktu yang perlu Anda perhatikan pada saat merencanakan renovasi rumah tinggal:
- Umur 1 tahun atau maintenance pertahun
Cat dinding luar (exterior) merupakan material umum yang akan mengalami kerusakan paling awal. Dikarenakan faktor cuaca (curah hujan tinggi/panas menyengat) pastinya menerpa lapisan terluar dari rumah tinggal.
- Umur 3 tahun
Di Indonesia, curah hujan tinggi terjadi setiap tahun, maka dari itu pengecekan pada bagian atap merupakan hal esensial yang perlu dilakukan. Anda dapat menambahkan waterproofing untuk mengantisipasi kebocoran di tahun mendatang, Ada baiknya, Anda juga melihat saluran atau pemipaan air untuk terhindar dari penyumbatan yang dapat mengakibatkan luapan atau genangan.
- Umur 5 tahun
Di fase ini, beberapa material bangunan krusial mulai harus diperhatikan, seperti instalasi listrik, kekuatan plafon, konstruksi atap, dan atau sambungan-sambungan yang memerlukan plesteran ulang.
- Umur 10 tahun
Pada umur ke 10 tahun, bangunan Anda pastinya sudah melewati maintenance 3 dan 5 tahun sebelumnya. Mungkin disini kondisi rumah tinggal Anda yang lainnya masih baik, kecuali kondisi lantai. Ada baiknya Anda melakukan penggantian pada keramik yang mulai pecah atau mengalami perubahan warna menjadi kusam.
Bencana Alam
Berbeda dengan faktor sebelumnya, faktor kedua merupakan force majeure yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi dan separah apa kejadiannya. Sebagai antisipasi, Anda disarankan untuk memiliki budget khusus untuk perbaikan rumah yang bersifat mendadak.
Kebutuhan Ruang
Dalam 5-10 tahun, rumah tinggal biasanya beralih fungsi seperti adanya penambahan jumlah kamar tidur, pelebaran ruang dapur, menaikan tinggi plafon, ataupun pelebaran carport/garasi mobil.
Faktor Estetika
Selain 3 faktor utama, terdapat satu faktor pendukung yang dapat dijadikan alasan oleh pemilik rumah untuk melakukan renovasi, yaitu faktor estetika.
Tidak heran jika 5-10 tahun, gaya arsitektur mengalami transformasi yang sebelumnya tradisional menjadi modern. Untuk tetap mengikuti zaman, biasanya renovasi dilakukan secara bertahap mulai dari interior, fasad bangunan, sampai kepada perombakan total.
Selain untuk keinginan pribadi, faktor estetika juga dilakukan untuk meningkatkan nilai jual rumah apabila pemilik rumah merencanakan penjualan atau penyewaan rumah tinggal.
3 Waktu Terbaik Melakukan Renovasi Rumah
Setelah Anda mengetahui faktor-faktor diatas, kini ada baiknya Anda juga mengetahui kapan waktu terbaik untuk melakukan renovasi rumah tinggal.
Saat Musim Kemarau
Melakukan renovasi pada saat panas terik atau curah hujan tinggi tidaklah baik, dikarenakan proses pemasangan material seperti beton, lantai, cat, dan atau atap bisa terhambat atau mengalami perpanjangan waktu yang tidak menentu.
Agar memaksimalkan waktu dan upah tenaga kerja, pilihlah waktu pertengahan antara musim hujan dengan musim panas.
Setelah Membeli atau Menyewa Rumah Baru
Ada baiknya Anda melakukan pengecekan secara menyeluruh sebelum menempatinya. Periksa bagian lantai dan atap untuk mengantisipasi kebocoran adalah hal utama yang perlu Anda lakukan.
Sebelum Berganti Tahun
Setiap tahun harga material melonjak secara signifikan. Tidak heran dikarenakan bahan baku dan sumber daya alam pun mengalami kelangkaan dan pada akhirnya teknologi alternatif pembuatan material bangunan bersaing dari sisi kualitas maupun harga.
Kesimpulan
Renovasi rumah tinggal baik itu skala kecil (minor) atau skala besar (major) akan terjadi pada setiap pemilik rumah tinggal. Untuk melakukan renovasi yang benar dan efisien, ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan arsitek atau kontraktor agar pengeluaran tetap on budget.
Tigaperspektif merupakan salah satu alternatif yang bisa Anda hubungi untuk melakukan renovasi, kami sebagai konsultan sekaligus kontraktor dapat mengakomodir kebutuhan Anda dalam perancangan serta pembangunan rumah tinggal, baik itu exterior maupun interior.
Yuk konsultasikan kebutuhan rumah tinggal Anda bersama Tigaperspektif.
Hubungi kami di Whatsapp +6281288880334 dan follow sosial media instagram @tigaperspektif.id untuk mendapatkan tips-tips lainnya seputar rumah modern klasik.